Tanpa sedar biar jiwanya dingin aku bertonggak tepat pada jiwanya, lalu aku menyaksikan zuhrahmu tanpa sengaja kulihat danawaku dalam cermin lelaki di atas kotak buku ini,
marikh gerhaku adalah dia dewi nyawaku gadis yang berpijak di hari ke empat di bulan ke delapan,
Akulah kabul dalam semua pintanya, sekalipun kalbu mengiris mendustai rasa dan ke khawatiranya tentang takdir mana yg bersinggah di antara celah relung tak bermaya .
ku sandang semua angan memenuhi kepercayaan tentang pertemuan, lalu ku biarkan semuanya meletakan cakar di atas tebing yang berhamparkan kelenaan.
dan aku serta kau, manusia penanti bukti takdir suci sang penguasa jagat raya.
Penulis ; Muhammad nazar