
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ
وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا
اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ
الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ
وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ
أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ
ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Dan Allah telah berjanji kepada
orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang
saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi,
sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka
berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah
diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan)
mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka
tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan
Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka
mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Qs. an-Nur: 55)
Janji Allah Pasti Benar
Ayat di atas menyebutkan bahwa Allah
menjanjikan kepada orang-orang beriman dengan beberapa janji, dan janji
Allah pasti benar adanya, sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya:
رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ
"Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau
mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada
keraguan padanya". Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.”(Qs. Ali Imran: 9)
Ini dikuatkan dengan firman-Nya:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ
وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا
يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ
“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar,
maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan
sekali-kali janganlah syetan yang pandai menipu, memperdayakan kamu
tentang Allah”. (Qs. Fathir: 5)
Iman dan Amal Sholeh yang diterima Allah
Allah berjanji kepada orang-orang
beriman dan beramal shaleh. Apa kriteria iman dan amal shaleh yang
diterima Allah dan berhak mendapatkan janji Allah? Jawabannya terdapat
di dalam firman-Nya:
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
“(Dia) Yang
menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu
yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Qs. al-Mulk : 2 )
Berkata al-Fudhail bin Iyadh:
أَحْسَنُ عَمَلاً أَخْلَصَهُ وَأَصْوَبَهُ
، الْعَمَلُ لَا يُقْبَلُ حَتَى يَكُوْنَ خَالِصاً صَوَاباً ،
فَالْخَالِصُ إِذَا كَانَ لِلهِ وَالصَّوَابُ إِذَا كَانَ عَلَى السُّنّةِ
“Yang paling bagus amalnya, maksudnya
adalah yang paling ikhlas dan paling benar. Suatu amal tidaklah akan
diterima sampai mempunyai dua sifat; murni dan benar. Murni yaitu jika
amal itu dilakukan hanya karena Allah semata, sedang benar adalah jika
amal tersebut berdasarkan sunnah.“ (lihat Muhammad Syarbini di dalam tafsir as-Siraj al-Munir: 4/244)
Tiga Janji Allah kepada Orang Beriman:
Allah berjanji kepada orang-orang beriman dan beramal shaleh dengan tiga hal, yaitu :
Pertama: Akan berkuasa di muka bumi (Istikhlaf fi al-Ardhi)
Allah menjanjikan orang-orang beriman
bahwa mereka akan benar-benar berkuasa di muka bumi ini sebagaimana
orang-orang sebelum mereka berkuasa. Ini sesuai dengan firman-Nya:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ
إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ
يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ
وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah
di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan
(khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan
menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji
Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku
mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (Qs. al-Baqarah: 30)
Begitu juga dengan firman-Nya:
وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ
بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا
قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim
diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu
Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia".
Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah
berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang lalim". (Qs. al-Baqarah: 124)
Begitu juga dengan firman-Nya :
قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الْأَرْضِ
إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ وَكَذَلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِي الْأَرْضِ
يَتَبَوَّأُ مِنْهَا حَيْثُ يَشَاءُ نُصِيبُ بِرَحْمَتِنَا مَنْ نَشَاءُ
وَلَا نُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ
“Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku
bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai
menjaga, lagi berpengetahuan Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf
di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju ke mana saja yang ia
kehendaki di bumi Mesir itu. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa
yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang
yang berbuat baik..". (Qs. Yusuf: 55-56)
Ini dikuatkan juga dengan firman-Nya :
يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً
فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ
الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ
عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ
الْحِسَابِ
“Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi,
maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan
janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu
dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah
akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari
perhitungan”. (Qs. Shod: 26)
Ini juga dikuatkan dengan firman-Nya:
قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
”Ia berkata: "Ya Tuhanku, ampunilah
aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh
seorang jua pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi". (Qs. Shood: 35)
Ayat–ayat di atas menunjukkan kebenaran
janji-janji Allah, karena sejarah telah membuktikan hal tersebut, maka
sebagai orang yang beriman tidak boleh ragu-ragu dengan janji Allah
tersebut.
Kedua: Agama Islam akan kuat
Hal Ini menunjukkan bahwa kekuasan akan menopang tegaknya agama. Berkata Ustman bin Affan:
إن الله ليزع بالسلطان ما لا يزع بالقرآن
“Sesungguhnya Allah bisa mencegah dengan kekuasaan apa yang tidak bisa dicegah dengan al-Qur’an “
Allah memuji dan akan menolong penguasa yang menegakkan agama, sebagaimana firman-Nya :
الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ
بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَنْ يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ وَلَوْلَا دَفْعُ
اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ
وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا
وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ
الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا
الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ
وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ
“(yaitu) orang-orang yang telah
diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali
karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". Dan sekiranya Allah
tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain,
tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja,
rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan mesjid-mesjid, yang di dalamnya
banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang
menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi
Maha Perkasa. (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi,
niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh
berbuat yang makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada
Allah-lah kembali segala urusan”. (Qs. al-Hajj: 40-41)
Ketiga: Memberikan rasa aman
Kalau agama tegak, maka stabilitas keamanan akan terwujud. Sebagaimana firman-Nya :
لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ
الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ الَّذِي
أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ
“Karena kebiasaan orang-orang
Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim
panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini
(Kakbah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” (Qs. Quraisy: 1-5)
Ayat di atas menunjukkan bahwa
masyarakat membutuhkan dua hal yang pokok di dalam hidup ini, yaitu
mereka membutuhkan makanan untuk menghilangkan rasa lapar, dan yang
kedua mereka membutuhkan rasa aman sehingga hidup mereka tidak
ketakutan. Ini bisa terwujud jika Negara dipimpin oleh orang yang
menegakkan tauhid dan memerintahkan rakyatnya untuk menyembah Allah.
Kapan janji Allah terwujud?
Ketika umat Islam benar-benar menyembah
Allah, takut kepada ancamanan dan siksa-Nya, sehingga benar-benar mereka
tunduk kepada-Nya dan taat kepada perintah-Nya, mengikuti ajaran
Rasul-nya, serta bersama orang-orang beriman dan orang-orang shalih
lainnya, saat itulah janji Allah akan terwujud, Allah berfirman:
وَلَنُسْكِنَنَّكُمُ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِهِمْ ذَلِكَ لِمَنْ خَافَ مَقَامِي وَخَافَ وَعِيدِ
“Dan Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri-negeri itu sesudah mereka. Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) ke hadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku". (Qs. Ibrahim: 14)
Allah juga berfirman:
كَتَبَ اللَّهُ لأغْلِبَنَّ أَنَا وَرُسُلِي
“Allah telah menetapkan: "Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang". Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. “ (Qs. al- Mujadilah: 21)
Allah juga berfirman :
إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الأشْهَادُ
“Sesungguhnya Kami menolong
rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan
pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat),” (Qs. Ghafir: 51)
Allah juga berfirman:
وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الأرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ
“Dan sungguh telah Kami tulis di
dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lohmahfuz, bahwasanya bumi ini
dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh.” (Qs. al-Anbiya’: 105)
Allah juga berfirman:
وَلَقَدْ سَبَقَتْ
كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِينَ إِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنْصُورُونَ
وَإِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ
“Dan sesungguhnya telah tetap janji
Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,(yaitu) sesungguhnya
mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara
Kami itulah yang pasti menang.” (Qs. as-Shoffat: 171-173)
Mudah-mudahan Allah menjadikan kita orang-orang yang takut kepada-Nya, Amien.
Dr. Ahmad Zain An-Najah, MA
Pondok Gede, 27 Rajab 1435 H/ 27 Mei 2014 M
Sumber ; http://www.ahmadzain.com/read/ilmu/460/ketika-umat-islam-berkuasa/