
Kalo diteliti, wajibnya menerapkan syari'at islam
dan khilafah maka akan sangat buanyak ditemui didalam Al-Qur'an maupun
Al-Hadits,
Dalil dari Al-Qur'an
"Maka putuskanlah perkara di antara di antara mereka dengan apa yang
diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka
(dengan) meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu." (TMQ.
Al-Ma’idah [5]: 48).
"Dan putuskanlah perkara di antara di antara mereka dengan apa yang
diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka. Dan
berhati-hatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkan
kamu dari apa yang telah diturunkan Allah kepadamu" (TMQ. Al-Ma’idah
[5]: 49).
Dan Allah telah menjanjikan kepada orang2 beriman di antara kamu dan yg
mengerjakan amal soleh, bahawa mereka sesungguhnya akan dijadikan
khalifah yg berkuasa di muka bumi ini
sebagaimana telah dijadikan khalifah orang2 sebelum mereka, dan sungguh
Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yg telah diredhaiNya untuk mereka,
dan dia benar2 akan menukar [keadaan] mereka, sesudah mereka berada
dalam ketakutan menjadi aman sentiasa’
An Nur: 55
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya),
dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat
tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan
Rasul (Sunnah-nya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari
akhir. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”
(Q.S. An-Nisa’:59)
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (Q.S. Al-Hasyr:7)
Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu...... [QS An Nisaa' 60]
Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa
sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan
siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya
dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah
tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [QS Al Qashash
50]
Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah,
maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik. [QS Al Maa'idah 47]
..... Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan
Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. [QS Al Maa'idah
44]
..... Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan
Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. [QS Al Maa'idah
45]
Dalil dari Assunah
‘Barangsiapa melepaskan tangannya dari ketaatan kepada Allah,
nescaya dia akan menemui Allah di Hari Kiamat dengan tanpa alasan. Dan
barangsiapa mati sedangkan di lehernya tak ada bai’ah (kepada Khalifah)
maka dia mati dalam keadaan mati jahiliyah." [HR. Muslim].
Rasulullah SAW bersabda: "Bahawasanya Imam itu bagaikan perisai, dari
belakangnya umat berperang dan dengannya umat berlindung." [HR. Muslim]
Rasulullah SAW bersabda: "Dahulu para nabi yang mengurus Bani Israil.
Bila wafat seorang nabi diutuslah nabi berikutnya, tetapi tidak ada lagi
nabi setelahku. Akan ada para Khalifah dan jumlahnya akan banyak." Para
Sahabat bertanya,’Apa yang engkau perintahkan kepada kami? Nabi
menjawab,’Penuhilah bai’at yang pertama dan yang pertama itu saja.
Penuhilah hak-hak mereka. Allah akan meminta pertanggungjawaban terhadap
apa yang menjadi kewajipan mereka." [HR. Muslim].
Dari Nukman bin Basyir, katanya…
‘Suatu ketika kami sedang duduk2 di Masjid Nabawi dan Basyir itu seorang yg tidak banyak bercakap.
Datanglah Abu Saklabah lalu berkata
” Wahai Basyir bin Saad, adakah kamu hafaz hadis Rasulullah tentang para pemerintah?’
Huzaifah RA lalu segera menjawab.
” Aku hafaz akan khutbah Rasulullah SAW itu.”
Maka duduklah Abu Saklabah Al Khusyna untuk mendengar hadis berkenaan.
Maka kata Huzaifah RA, Rasulullah SAW telah bersabda.
“Telah berlaku Zaman Kenabian ke atas kamu, maka berlakulah Zaman
Kenabian sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkat
zaman itu seperti
yg Dia kehendaki.”
Kemudian belakulah zaman Kekhalifahan (Khulafaur Rasyidin) yang berjalan
sepertimana Zaman Kenabian. Maka berlakulah zaman itu sebagaimana yang
Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya.
Lalu berlakulah zaman pemerintahan yang mengigit (Zaman Fitnah
-keamiran/beraja /zaman kesultanan ) Berlakulah zaman itu seperti yang
Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya pula.
Kemudian berlakulah zaman penindasan dan zaman penzaliman(Zaman
pemerintahan diktator dan demokrasi) dan berlakulah zaman itu seperti
mana yang Allah kehendaki.
Kemudian berlakulah pula zaman kekhalifahan yang berjalan di atas cara
hidup Zaman Kenabian.” (bukti kalo khilafah pasti tegak!!!!)
Kemudian Rasulullah SAW pun diam….
~Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal di dalam
kitabnya Musnad Al Imam Ahmad bin Hanbal, Juzuk 4, halaman 273.
Juga terdapat dalam kitab As-Silsilatus Sahihah, Jilid 1,
hadis nomor 5.]
“Telah kutinggalkan untuk kalian dua perkara yang (selama kalian
berpegang teguh dengan keduanya) kalian tidak akan tersesat, yaitu
Kitabullah dan Sunnah-ku.” Diriwayatkan oleh Hakim (I/172), dan
Daruquthni (hadits no. 149). Diriwayatkan oleh Hakim (I/172), dan
Daruquthni (hadits no. 149).
Dalil Dari Kaedah Syar’iyah
Ditilik dari analisis kaedah fiqih , mengangkat Khalifah juga wajib.
Dalam usul fiqh dikenal kaedah syar’iyah yang disepakati para ulama yang
berbunyi :
maa laa yatimmul waajibu illa bihi fahuwa waajib
"Sesuatu kewajipan yang tidak sempurna kecuali adanya sesuatu, maka
sesuatu itu wajib pula keberadaannya." Menerapkan hukum-hukum yang
berasal dari Allah SWT dalam segala aspeknya adalah wajib. Sementara hal
ini tidak dapat dilaksanakan dengan sempurna tanpa adanya kekuasaan
Islam yang dipimpin oleh seorang Khalifah. Maka dari itu, berdasarkan
kaedah syar’iyah tadi, eksistensi Khilafah hukumnya menjadi wajib.
Pendapat Para Ulama
Seluruh imam mazhab dan para mujtahid besar tanpa kecuali telah
bersepakat bulat akan wajibnya Khilafah (atau Imamah) ini. Syaikh
Abdurrahman Al Jaziri menegaskan hal ini dalam kitabnya Al Fiqh ‘Ala Al
Madzahib Al Arba’ah, jilid V, hal. 362 :
"Para imam mazhab (Abu Hanifah, Malik, Syafi’i, dan Ahmad)
rahimahumullah telah sepakat bahawa Imamah (Khilafah) itu wajib adanya,
dan bahawa umat Islam wajib mempunyai seorang imam (khalifah) yang akan
meninggikan syiar-syiar agama serta menolong orang-orang yang tertindas
dari yang menindasnya..."
Tidak hanya kalangan Ahlus Sunnah saja yang mewajibkan Khilafah, bahkan
seluruh kalangan Ahlus Sunnah dan Syiah 'termasuk Khawarij dan
Mu’tazilah' tanpa kecuali bersepakat tentang wajibnya mengangkat seorang
Khalifah. Kalau pun ada segelintir orang yang tidak mewajibkan
Khilafah, maka pendapatnya itu tidak perlu ditolak, kerana bertentangan
dengan nas-nas syara’ yang telah jelas.
Imam Asy Syaukani dalam Nailul Authar jilid 8 hal. 265 menyatakan:
"Menurut golongan Syiah, minoriti Mu’tazilah, dan Asy A’riyah,
(Khilafah) adalah wajib menurut syara’." Ibnu Hazm dalam Al Fashl fil
Milal Wal Ahwa’ Wan Nihal juz 4 hal. 87 mengatakan: "Telah sepakat
seluruh Ahlus Sunnah, seluruh Murji`ah, seluruh Syi’ah, dan seluruh
Khawarij, mengenai wajibnya Imamah (Khilafah)."
Bahwa Khilafah adalah sebuah ketentuan hukum Islam yang wajib bukan
haram apalagi bid’ah - dapat kitab temukan dalam khazanah Tsaqafah
Islamiyah yang sangat kaya. Berikut ini sekelumit saja rujukan yang
menunjukkan kewajiban Khilafah :
Imam Al Mawardi, Al Ahkamush Shulthaniyah, hal. 5,
Abu Ya’la Al Farraa’, Al Ahkamush Shulthaniyah, hal.19,
Ibnu Taimiyah, As Siyasah Asy Syar’iyah, hal.161,
Ibnu Taimiyah, Majmu’ul Fatawa, jilid 28 hal. 62,
Imam Al Ghazali, Al Iqtishaad fil I’tiqad,hal. 97,
Ibnu Khaldun, Al Muqaddimah, hal.167,
Imam Al Qurthubi, Tafsir Al Qurthubi, juz 1 hal.264,
Ibnu Hajar Al Haitsami, Ash Shawa’iqul Muhriqah, hal.17,
Ibnu Hajar A1 Asqallany, Fathul Bari, juz 13 hal. 176,
Imam An Nawawi, Syarah Muslim, juz 12 hal. 205,
Dr. Dhiya’uddin Ar Rais, Al Islam Wal Khilafah, hal.99,
Abdurrahman Abdul Khaliq, Asy Syura, hal.26,
Abdul Qadir Audah, Al Islam Wa Audla’una As Siyasiyah, hal. 124,
Dr. Mahmud Al Khalidi, Qawaid Nizham Al Hukum fil Islam, hal. 248,
Sulaiman Ad Diji, Al Imamah Al ‘Uzhma, hal.75,
Muhammad Abduh, Al Islam Wan Nashraniyah, hal. 61,
dan masih banyak lagi yang lainnya.
Sudah jelas sekali wajibnya menegakkan Khilafah dan Syari'at islam.
Tidak ada lagi keraguan, dan masalah ikhtilaf (perbedaan) sama sekali
tidak bisa dijadikan hujjah untuk tidak menegakan khilafah.
Allahuakbar!wallahua'lam