Etika dalam berdo'a ada sepuluh;
Pertama, memilih waktu-waktu yang mulia dalam berdo'a, seperti hari Arafah di antara hari- hari dalam setahun, Bulan Ramdhan di antara bulan-bulan lainnya, hari Jum'at di antara hari-hari lainnya, waktu Sahur (dini hari0 di antar jam-jam di malam hari. Allah Ta'ala berfirman ;
"dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah)" (QS Adz-Dzariyat:18)
Kedua, Mengambil Keempatan yang mulia, seperti ; saat bergeraknya barisan pada perang
fisabilillah, saat turunnya hujan lebat, saat pelaksanaan shalat fardhu, sehabis shalat fardhu, waktu antara adzan dan iqamah, saat sujud, sebagaiman di kemukakan dalam sejumlah riwayat.
Ketiga, Mengahadap kiblat dan mengangkat kedua tangan sekira putih ketiaknya tampak, lalu mengusapkan kedua telapak tangan ke wajah di akhir Do'a
Keempat, Merendahkan suara antara berbisik dan
jahr (nyaring). Allah Ta'ala berfirman ;
"Berd'alah kepada tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut" (QS Al-Isra : 55)
Kelima, Tidak membebani diri dengan ucapan yang bersajak dalam do'a.
Keenam, merendah, khusyuk, penuh harap dan cemas.
Ketujuh, Memantapkan do'a, meraa akin akan diterima, dan benar-benar menggantungkan harapan padanya.
Kedelapan, Terus menerus dan mengulang Do'a tiga kali, dan jangan berharap pengabulannya di perlambat.
Kesembilan, Mengawali Do'a dengan Dzikir dan pujian kepada-Nya (jangan langsung dengan permintaan), lalu membaca Shalawat untuk Nabi Saw, lalu mnutup Do'a nya juga dengan Dzikir dan Shalawat.
Kesepluh, dan ini adalah etika batin yang merupakan inti dalam pengabulan Do'a, Yaitu; tobat, menebus berbagai kedzaliman, dan menghadapkan diri kepada Allah Azza wa Jalla secara penuh. Yang batin inilah sebetulnya yang menjadi sebab terdekat dalam pengabulan Do'a
Wallahu'Alam