Jikalau kita cermati, jilbab yang dipakai oleh wanita muslimah itu
bermacam-macam. Bisa kita bagi secara umum menjadi 3 macam jilbab,
yaitu:
1. Jilbab besar,
2. Jilbab biasa,
3. Jilbab gaul atau jilbab “funky bin jilbab nyekek leher” saja
Simak penjelasannya satu-persatu
1. Jilbab besar adalah
jilbab syar’i, yaitu jilbab yang menutup
seluruh aurat, tidak menjadi perhiasan dan pusat perhatian, tidak tipis,
tidak ketat, tidak menyerupai lelaki, tidak menyerupai wanita-wanita
kafir, tidak berparfum dan bukan termasuk pakaian syuhrah. Pakaian
syuhrah adalah setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan untuk meraih
popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik pakaian tersebut mahal
(yang dipakai seseorang untuk berbangga dengan dunia & perhiasannya)
maupun pakaian yang bernilai rendah (yang dipakai seseorang untuk
menampakkan kezuhudannya dan dengan tujuan riya’). (Imam Asy Syaukani
dalam Nailul Athar II/94)
2. Jilbab biasa adalah
sama dengan di atas, namun dengan ukuran yang sedang, tidak sebesar
jilbab di atas. Hukum jilbab seperti ini adalah tidak mengapa, asal
sifat-sifat yang ada pada jenis pertama (menutup seluruh aurat, tidak
menjadi perhiasan dan pusat perhatian, tidak tipis, tidak ketat, tidak
menyerupai lelaki, tidak menyerupai wanita-wanita kafir, tidak berparfum
dan bukan termasuk pakaian syuhrah) masih bisa dipertahankan.
3.jilbab gaul adalah jilbab yang lagi booming sekarang ini. Contoh-contohnya:
Ada yang memakai kerudung dengan bawahan rok yang hanya sebetis/ malah
kain yang dipakai berbelah di depan (split), ada yang hanya mengikatkan
kerudung pada kepala tanpa menutup dada, ada yang memakai bawahan hanya
ngepas pada mata kaki dan tanpa kaos kai, ada juga yang memakai baju
berlengan panjang hingga pergelangan tangan tanpa decker/kaos tangan,
sehingga jika diangkat tangannya maka akan terlihat perhiasan yang ada
di tangannya, ada yang pakai kerudung tapi untaian rambutnya lebih
panjang daripada kerudungnya ada yang pakai kerudung “saringan tahu”
karena saking tipisnya sehingga rambut dan ikat rambutnya terlihat
jelas, ada yang pakai jilbab dengan corak warna yang mencolok sehingga
bisa mencuri perhatian sekitar terutama laki-laki. Ada yang menghiasi
jilbab dengan renda dan asesoris yang mencolok seperti bros, yang
terakhir, ada yang jilbab “nyekek leher” lalu luarnya ditambah
kerudung/kain yang berbeda warna dengan yang di dalam, yang terlihat
seperti “Biarawati Nasrani” …wal iya dzubillah.
Bagi wanita
muslimah yang memakai jilbab jenis ketiga ini, apakah bisa dikatakan
sudah cukup dan lebih “mending” dan baik daripada yang tidak pakai sama
sekali?
Jawabannya, justru bisa jadi wanita tersebut berdosa
karena melanggar batasan-batasan syari’at tentang jilbab dan busana
muslimah.